Domain adalah salah satu komponen penting ketika Kalian membuat website.
Selain sebagai alamat akses website Kalian di internet, Nama Domain juga dapat berfungsi sebagai branding diri Kalian ataupun bisnis yang Kalian miliki.
.
Penamaan domain sendiri bersifat unik dimana Kalian tidak dapat membuat 2 domain dengan nama dan ekstensi yang sama dan karena hal ini, Kalian harus benar – benar menjaga dan memperhatikan masa aktif domain yang Kalian miliki agar tidak didaftarkan oleh orang lain.
.
Yuk simak penjelasan mengenai siklus hidup domain:
.
* Auto Renewal Period (maksimal 45 Hari) • Auto Renewal Period, di–setup 35 hari (atau sesuai dengan ketentuan Registrar) dari tanggal domain berakhir;
• Status domain: renew period
• Dalam periode ini domain masih bisa diperpanjang sampai dengan domain dihapus; .
* Redemption Period (30 Hari) • Redemption Period, di–setup 30 hari dari tanggal berakhir masa auto renewal
(tanggal berakhir domain + 35 hari auto renew period + 30 redemption period)
• Status domain: pending delete;
• Domain tidak dapat diakses dan telah di hapus oleh sistem. Dalam periode 30 hari ini domain hanya bisa diaktifkan/diperpanjang kembali melalui proses “restore” dengan biaya+denda = 400% dari biaya normal; caranya dengan mengajukan permintaan restore ke registrar.
.
* Pending Delete (7 Hari) • Pending Delete, di-setup 7 hari dari tanggal berakhir masa redemption period. (tanggal berakhir domain + 35 hari auto renew period + 30 redemption period + 7 hari pending delete)
• Pada tahap ini, tidak ada kemungkinan bagi pemilik domain untuk melakukan perpanjangan (renew atau restore). Domain akan tersedia (available) bagi setiap pendaftar setelah masa 7 hari pending delete berakhir.
.
Pendaftaran domain melalui persyaratan dan first come first served layaknya pendaftaran domain baru.