Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), registri domain .id, menyiapkan dua strategi utama untuk memasarkan domain country code Top Level Domain (cc-TLD) .id secara global sekaligus bersaing dengan generic-TLD (gTLD), seperti .com, .top, .live, dan sebagainya.
“Kompetisi semakin sengit antara ccTLD seperti domain .id dan gTLD seperti .com,” ujar Yudho Giri Sucahyo, Ketua PANDI, saat menjadi pembicara di Asia Pacific Top Level Domain (APTLD) Members Meeting ke-76 di Johor Bahru, Malaysia, kemarin (5/9). Merdeka.com menghadiri langsung pertemua komunitas internet dan registri serta registra ccTLD di kawasan Asia Pasifik ini yang berlangusng hingga hari ini (6/9).
Menurutnya, persaingan dengan gTLD membuat pengelola cc-TLD seperti PANDI mesti memiliki strategi pemasaran baru. Begitu pula dengan registrar-nya mesti memperbarui model bisnisnya. Contohnya, domain .com yang begitu populer di Indonesia dengan jumlah hingga 800 ribu terdaftar di Indonesia. Sedangkan domain ccTLD, .id, baru mencapai 330 ribu domain di Indonesia. Maka itu, PANDI menargetkan pada tahun depan domain .id bisa menyamai jumlah .com yakni 800 ribu domain.
Domain lain yang juga populer di Indonesia, antara lain domain .tv untuk televisi dan .ai untuk artificial intelligence.
“Pertumbuhan domain .id tidak secepat .com memang,” ucapnya.
Untuk mempercepat pertumbuhan domain .id, lanjut dia, PANDI melakukan sejumlah pendekatan, misalnya domain .id dikaitkan dengan nasionalisme; membangkit kebanggaan nasiolan (pride). Kedua, memasarkan domain .id secara internasional.
Untuk itu, ada dua kegiatan yang dilakukan PANDI, yakni liberalisasi dan re-branding. Liberalisasi diimplementasikan dengan memasarkan domain my.id dengan biaya pendaftaran dan perpanjangan hanya US$ 1 atau setara Rp 14 ribuan. Domain my.id disiapkan untuk aktivitas blogging.
“Yang kedua, re-branding. Yakni domain .id memiliki arti idea, your idea, atau identity,” pungkasnya.
Dalam APTLD Members Meeting ke-76 di Johor Bahru ini, PANDI berpartisipasi aktif dalam pertemuan. Pada hari pertama, kemarin, Ketua PANDI Yudho berperan sebagai moderator di sesi 5A dengan topik “Marketing: Marketing up! How to develop and sustain a meaningful dialogue with one’s own goverment”. Pada hari kedua, Jumat (6/9), Gunawan Tyas Jatmiko, Chief Registry Operation PANDI, menjadi salah pembicara di sesi 8A dengan topik “Marketing: New gTLD versus ccTLD vs Social Media”.
Per Kamis (5/9), jumlah domain.id yang dikelola PANDI mencapai 331.324 nama domain.
 
Sumber: Merdeka.com