JAKARTA, KOMPAS.com – Pada awal tahun 2019 ini, Penglola Nama Domain Internet Indonesia ( Pandi) sempat membeberkan bahwa ada sekitar kurang lebih 281.000 domain .id (dot id) yang terdaftar di registrar Pandi.Memasuki pertengahan tahun, atau lebih tepatnya per Juni 2019, Pandi memaparkan angka tersebut telah meningkat menjadi 318.090 domain, atau naik sekitar 13 persen dibandingkan yang tercatat pada Januari lalu. Baca juga: Tahun Ini, Pandi Kejar Pengguna Domain .id dari Luar NegeriSebanyak 95,61 persen (304.126 domain) dari jumlah tersebut berasal dari Indonesia. Sisanya, sekitar 4,39 persen (13.964 domain) dari luar negeri.Apabila dilihat berdasarkan lima negara teratas, pemilik domain .id sendiri masih didominasi oleh Indonesia dengan jumlah 304.126 domain.Di bawahnya, ada Amerika Serikat dengan 4.028 domain, Singapura dengan 1.701 domain, Australia 744 domain, dan Jerman dengan 679 domain .id.Sementara, jika dilihat per kota di Indonesia, domain .id paling digandrungi oleh pengguna internet yang berasal dari kota Jakarta. Kemudian di bawahnya ada Bandung, Surabaya, Bekasi, dan Tangerang.

Di luar negeri sendiri, pengguna domain .id terbanyak berasal dari kota Singapura, Sanford (AS), New York (AS), Allenfeld (Jerman), dan San Francisco (AS). Tidak disebutkan secara rinci berapa jumlah domain di masing-masing kota tersebut. Selain mengelola country code Top Level Domain (ccTLD) .id, Pandi juga mengelola sejumlah country code Secondary Level Domain (ccSLD), mencakup web.id, sch.id, or.id, net.id, my.id, go.id, desa.id, co.id, biz.id, dan ac.id. Pandi berharap 800.000 nama domain .id sudah akan terdaftar di registrar menjelang akhir tahun 2019, dengan komposisi 50 persen dari Indonesia dan sisanya dari luar negeri.