JawaPos.com – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) punya keinginan melestarikan budaya Jawa. Mereka memiliki rencana untuk mempopulerkan domain internet dengan Aksara Jawa atau Hanacaraka. Hal ini merupakan upaya dari mempersiapkan kemajuan teknologi sembari mempertahankan kekayaan kultur budaya Jawa di Indonesia dan tentunya di mata dunia.

Domain internet dengan huruf-huruf tertentu semisal huruf Hanacaraka sendiri populer di negara lain. Di banyak negara, huruf khas yang berkaitan dengan kultur masing-masing juga kerap digunakan sebagai nama domain internet.

Soal Hanacaraka sebagai nama domain, yang terbaru, Pandi menggandeng komunitas pegiat Aksara Jawa di Jogjakarta dan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) akan menggelar kompetisi pembuatan situs web berdomain Hanacaraka dengan konten yang seluruh atau sebagian besarnya menggunakan aksara Hanacaraka. Namun kali ini, ekstensi dari domain tersebut masih menggunakan aksara latin, yaitu (dot)id.

Muhamad Shidiq Purnama selaku Chief Registry Officer (CRO) Pandi mengatakan bahwa kompetisi tersebut selain untuk meningkatkan literasi digital di Indonesia, juga bertujuan untuk melestarikan budaya bahasa daerah. “Aksara Jawa sudah masuk ke standar Unicode, maka dirasa perlu untuk melestarikan dan mengembangkan konten dalam dunia digitalnya,” jelas Shidiq di Jakarta, Rabu (6/5).

Menurut Shidiq, kompetisi tersebut memang sudah menjadi agenda Pandi dalam bidang pelestarian budaya. “Kami ingin bisa berkontribusi lebih dalam pelestarian budaya Indonesia, salah satunya kami mulai dengan mendaftarkan Aksara Jawa yaitu Hanacaraka agar bisa digunakan sebagai alamat (domain name) di internet. Jika satu ini berhasil, rencananya akan menyusul aksara daerah lain yang juga sudah terstandar di Unicode, seperti aksara Sunda, Bali, Batak, Bugis, Makassar, dan Rejang,” ujarnya.

Senada dengan Shidiq, Setya Amrih Prasaja selaku Ketua Tim Kongres Aksara Jawa I Jogjakarta mengungkapkan bahwa saat ini website lebih mudah diakses oleh masyarakat ketimbang buku. Sejalan dengan hal tersebut, diharapkan akan ada banyak konten yang bermunculan dan bervariasi di internet dengan Aksara Jawa.

Hal inilah yang nantinya akan menjadi bagian dari sosialisasi literasi Aksara Jawa sebagai bagian dari peradaban budaya masyarakat Jawa. “Momentum ini kita jadikan bukti bahwa aksara Jawa bukanlah suatu hal kuno dan mistik, melainkan suatu aksara yang juga dapat digunakan untuk menulis pengetahuan umum, berkomunikasi di jaman modern, dan bisa eksis menyesuaikan zaman melalui teknologi,” ungkap Amrih.

Ahli IT dari Komunitas Sega Jabung yang juga sebagai kordinator seksi tim kreatif kongres aksara Jawa I Jogjakarta sekaligus ketua pelaksana kompetisi, Arif Budiarto, menambahkan untuk mekanisme pendaftaran peserta bisa langsung mengisi nama, email, dan domain aksara yang diinginkan dari form yang sudah dibuat.

Untuk diketahui, Pandi sebagai .id Registri akan mendaftarkan Top Level Domain dengan menggunakan Aksara Jawa, Hanacaraka ke Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) selaku pengelola domain di seluruh dunia, agar Aksara Jawa (Hanacaraka) bisa digunakan sebagai alamat internet di jagad maya.

Source: https://www.jawapos.com/oto-dan-tekno/teknologi/07/05/2020/lestarikan-budaya-jawa-kompetisi-domain-internet-hanacaraka-digelar/

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto