Merdeka.com – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) akan lebih agresif memasarkan nama domain .ID di pasar internasional. Apalagi pengguna domain .ID di luar negeri baru 4 persen. Strategi pemasaran ke luar negeri ini akan direalisasikan pada semester II tahun ini.

Yudho Giri Sucahyo, ketua Dewan Pengurus PANDI, menjelaskan pihakknya sudah membuat strategi khusus untuk meningkatkan pengguna domain .ID di luar negeri. Karena pasarnya masih sangat terbuka sekali, terutama dibandingkan domain .COM misalnya.

“Kelebihan domain .ID yang mempresentasikan Idea atau Identity merupakan berkah tersendiri yang hanya dimiliki oleh domain .ID sehingga harus dimanfaatkan supaya penjualan di luar negeri meningkat dengan pesat,” ujar Yudho dalam keterangan pers Domain Report PANDI Kuartal I-II 2019 di Jakarta, Rabu (17/7).

Berdasarkan laporan PANDI, per Juni tahun ini, total domain .ID yang terdaftar mencapai 318.090. Rinciannya, sebanyak 304.126 berada di Indonesia atau setara 95,6 persen, dan 13.964 berada di luar negeri (4,4 persen).

Dari 13.964 domain .ID di luar negeri, lima besar negara penggunanya adalah Amerika Serikat sebanyak 4.028 domain. Disusul Singapura 1.701, Australia 744, dan Jerman 679.

Strategi pemasaran ke luar negeri ini juga didorong keberhasilan domain negara lain. Sebut saja .ME milik negara Montenegro, .CO milik Kolombia, dan .TV milik Tuvalu. Padahal populasi penduduknya sedikit (dibandingkan Indonesia), tapi penggunanya di luar negeri banyak.

“Domain .ME digunakan lebh dari 800 ribu di dunia, kemudian .TV juga 800 ribuan dan .CO lebih besar lagi; 1,2 juta domain. Bahkan bila dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura saja, kita juga tertinggal karena pengguna .MY 360 ribu domain dan .SG lebih dari 118 ribu domain,” tambah Heru Nugroho, Wakil Ketua PANDI.

Kata Heru, bila dibandingkan dengan domain .COM saja –dengan pengguna sekitar 700 ribu, domain .ID kalah jauh. “Ada kesan menggunakan domain .COM lebih keren di mata masyarakat Indonesia.”

Yudho menyatakan, branding domain .ID memang perlu ditingkat. Untuk meningkatkan pengguna di luar negeri, PANDI akan mengajak registrar untuk memiliki mitra di luar negeri sebagai perpanjangan tangan demi perluasan pasar yang selama ini belum dijangkau secara maksimal oleh registra PANDI.

Kemudian akan dibuat website khusus di luar website yang sudah ada untuk memuat konten yang mendukung aktivitas pemasaran di luar negeri, supaya informasi terkait nama domain bisa didapatkan secara maksimal oleh pengguna di luar negeri.

Hingga akhir tahun ini, PANDI menargetkan jumlah domain .ID terdaftar naik menjadi 800.000 domain dari 340.000 per semester I.

“Soal biaya pendaftaran nama domain .ID bukan masalah. Karena harga pendaftaran domain .ID juga murah dan terjangkau kini,” pungkas dia.

Link : https://m.merdeka.com/teknologi/kalah-populer-dari-domain-lain-pandi-pasarkan-domain-id-ke-luar-negeri.html