Jakarta, Cyberthreat.id – Nama domain saat ini tak sekadar menjadi alamat situs web atau sekadar merek, tapi telah menjadi kartu nama digital. Dan, itulah yang sedang dikampanyekan oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI).

“Membuat identitas digital dengan nama domain .id adalah langkah pertama untuk mempromosikan kepercayaan merek Anda secara online,” kata Ketua PANDI Yudho Giri Sucahyo dalam keterangan persnya, Rabu (17 Juli 2019).

PANDI adalah organisasi nirlaba yang dibentuk pada 29 Desember 2006 oleh pemerintah bersama komunitas internet Indonesia. Organisasi ini ditugaskan untuk mengelola nama domain .id.

Menurut Yudho, nama domain .id telah mengimplementasikan infrastruktur perlindungan data pribadi, terutama merujuk pada Regulasi Perlindungan Data Umum (GDPR) yang disusun Uni Eropa.

“Pengguna nama domain .id akan merasa lega dengan data pribadi mereka aman bersama PANDI. Selain itu, kami telah menangguhkan nama domain yang mengeksploitasi layanan kami untuk tujuan jahat seperti spam, phising, malware, pornografi, pelecehan terhadap anak-anak, judi online, dan lain-lain,” kata Yudho.

Menurut dia, sekitar 96 persen pengguna nama domain .id berasal dari Indonesia dan empat persennya berasal dari luar negeri, yang tersebar di Singapura, Australia, Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat.

“Ini menunjukkan bahwa di luar Indonesia, nama domain .id memiliki ruang untuk tumbuh,” kata dia.

Yudho mengatakan, keuntungan dari penggunaan nama domain .id adalah mewakili kebanggaan untuk sebuah identitas dan kepercayaan ide-ide baru dengan masih banyak nama domain unik yang tersedia.

“Daftar nama domain mereka Anda dengan nama domain terbatas, unik dan mudah diingat dengan nama domain .id,” kata Yudho.

Link : https://m.cyberthreat.id/read/1433/PANDI-Domain-id-Telah-Dilirik-Pasar-Luar-Negeri