Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menyatakan bahwa pemerintah mendukung agar domain .id dipasarkan ke luar negeri.
Dukungan pemerintah itu, menurut Ketua Umum PANDI, Yudho Giri Sucahyo, telah disampaikan kepada pemerintah belum lama setelah PANDI melakukan konferensi pers terkait dengan pemasaran domain .id ke luar negeri.
Kendati begitu, Yudho mengaku sebenarnya pendaftaran domain .id di Indonesia sendiri masih belum maksimal.
Data PANDI pada bulan September untuk pengguna domain .id di Indonesia baru menyentuh angka 331 ribu domain. Ini masih kecil dibanding penduduk Indonesia yang saat ini, berdasarkan data dari Worldometer, mencapai 271 juta orang.
“Hal ini masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan jumlah domain negara tetangga seperti Malaysia yang sudah mencapai 327 ribu domain dengan jumlah penduduk hanya 31.2 juta,” tuturnya.
PANDI telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan minat pendaftaran domain .id. Salah satunya adalah melakukan aksi peningkatan brand awareness terhadap pentingnya penggunaan domain .id sebagai branding dan identitas di internet. Peningkatan ini dilakukan melalui pelaksanaan berbagai seminar, workshop, dan campaign di media sosial.
Usaha terkini yang dilakukan PANDI adalah memasarkan domain my.id dengan harga kisaran USD 1 atau Rp 14 ribu saja.
“Pola yang ada sekarang belum cukup maksimal, tapi kami sedang dalam proses menyusun beberapa rencana strategis sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah pengguna nama domain .id,” ujar Yudho.
Sebelumnya, PANDI akan memasarkan dua domain lokal lainnya ke pasar internasional, yakni biz.id dan .id.
Sementara domain lokal lainnya yang hanya dipasarkan di dalam negeri adalah co.id, ac.id, sch.id, web.id, ponpes.id, or.id, net.id, go.id, mil.id, dan desa.id.
Sesuai dengan regulasi di Indonesia, kata Yudho, PANDI akan tunduk pada regulasi yang ditetapkan pemerintah RI.
“Kami akan patuh terhadap aturan hukum di Indonesia. Jika di kemudian hari ada domain .id yang digunakan untuk penyebarluasan pornografi, perjudian, children abuse, SARA, dan sebagainya, PANDI akan menggunakan hak untuk melakuan suspend atau mematikan domain .id tersebut,” tegas Yudho.
 
Sumber: Merdeka.com

Translate »