Banjarmasin – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana kabut asap dan kebakaran hutan (Karhutla) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin 30 September 2019.

PANDI menggandeng ACT Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam penyaluran bantuan yang kemudian diserahkan langsung kepada Zainal Arifin selaku kepala cabang.

Menurut Zainal, karhutla merupakan sebuah bencana nasional karena terjadi di lebih dari 6 provinsi. “Ini (karhutla) menjadi perhatian kita bersama, demi menjaga kelestarian alam. bagaimana cara kita menjaga dan menghormati alam, perduli terhadap lingkungan.

Lebih lanjut Zainal mengungkapkan rasa terimakasih terhadap bantuan yang diberikan oleh PANDI, “terimakasih atas kepercayaan PANDI untuk menyalurkan, kita melihat ketulusan teman teman PANDI, dan semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat terdampak karhutla”, tandasnya.

Bantuan yang di berikan berupa pemberian oksigen, masker, susu, dan peralatan untuk cuci hidung. Kegiatan difokuskan di salah satu sekolah menengah pertama di Banjarbaru yang paling terkena dampak karhutla, karena berbatasan langsung dengan lahan gambut.

Faizah, S.Pd selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 15 Banjarbaru menyambut baik kegiatan tersebut. “Sangat baik sekali, dan mudah-mudahan berlanjut setiap tahun, karena penting sosialisasi dampak kebakaran hutan dan edukasi cuci hidung. Kami berterimakasih dan ini perhatian yang sangat luar biasa bagi sekolah kami”, ungkapnya.

Bantuan ini merupakan sebuah bentuk kepedulian PANDI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat yang saat ini diterpa oleh dampak negatif akibat kebakaran lahan dan hutan.

Ditempat terpisah, Gunawan Tyas Jatmiko selaku Chief Registry Operator (CRO) PANDI, dalam keterangan persnya di Jakarta mengungkapkan kesedihannya terhadap bencana karhutla yang terjadi, “Kami sangat sedih melihat kejadian ini, bencana ini menjadi duka bersama. Semoga bantuan ini dapat membantu masyarakat yang terdampak”, ungkapnya.

Hingga saat ini asap dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan masih mengepung banyak wilayah sehingga kondisi demikian menyebabkan kualitas udara memburuk. Gunawan berharap kasus kebakaran hutan dan lahan segera terselesaikan dan tidak terjadi lagi di tahun tahun berikutnya.

“Semoga bencana ini segera terselesaikan agar masyarakat bisa segera menghirup udara yang sehat lagi”, tutup Gunawan.

Translate »