CALL FOR ESSAY AND LAW DEBATE TEAM
KOMPETISI PENULISAN DAN DEBAT HUKUM NAMA DOMAIN INDONESIA
Indonesia Law Writing & Debate Competition on Domain Name Studies

A. Tema Penulisan

1. Aspek-aspek Implikasi Hukum pada Pendaftaran Nama Domain

Nama Domain merupakan suatu artificial resources yang menjadi tulang punggung jaringan situs internet saat ini. Secara global, Nama Domain ‘diproduksi’ oleh suatu sistem elektronik bernama Domain Name System yang penguasaannya berinduk pada organisasi internasional berbadan hukum Amerika, yakni ICANN dan IANA.

Di Indonesia, subjek hukum yang mendaftarkan Nama Domain merupakan Pengguna, Pemilik, sekaligus Registran Nama Domain.

Pasal 23 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) menyebutkan istilah “Pemilikan dan Penggunaan Nama Domain…” sekaligus. Sementara Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) dan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Nama Domain (Permenkominfo 23/2014) menggunakan istilah “Pengguna Nama Domain” saja.

Dalam tataran teknologi dan Kebijakan PANDI, subjek hukum yang mendaftarkan Nama Domain hanya diistilahkan sebagai “Registran”, yang secara literal dimaknakan sebagai “pendaftar yang telah terdaftar”. Secara normatif, Kebijakan Definisi Umum PANDI memuat definisi bahwa Registran adalah perseorangan, Badan Hukum, Badan Usaha, yang mendaftarkan dan menggunakan Nama Domain.

Lebih lanjut, pada konteks industri Nama Domain, dikenal istilah “Proxy” atau “Kuasa” dalam pendaftaran Nama Domain. Kuasa Pendaftaran ini didasarkan pada suatu perjanjian antara Pengguna Nama Domain dengan Proxy-nya.

1) Apa saja implikasi hukum bagi Subjek Hukum yang mendaftarkan Nama Domain?

2) Bagaimana bentuk kausa halal pada perikatan hukum antara Pengguna Nama Domain dengan Kuasa Pendaftarannya?

2. Pendaftaran Nama Domain sebagai Perlindungan Merek

Nama Domain banyak dimanfaatkan oleh pelaku bisnis skala besar yang memiliki merek-merek terkenal. Hal ini sangat wajar karena sebagaimana Merek, Nama Domain adalah suatu teknologi yang memudahkan pencarian atas suatu informasi produk tertentu. Nama Domain ibarat nama jalanan yang dapat membantu maupun menipu para pencari informasi. Halaman dari 6

Sehingga pada konteks tersebut, timbullah keterhubungan antara konsep Hukum Merek dan Hukum Nama Domain. Nama Domain ibarat mentransliterasi Merek dari kegunaannya di dunia fisik menjadi kegunaannya di jaringan internet.

Walaupun demikian, Nama Domain dan Merek tidak berada pada satu rezim hukum yang sama. Hal ini misalnya bisa dilihat dari ketentuan pendaftaran, dimana pada pendaftaran Merek, dilakukan uji substantif yang tidak dilakukan dalam pendaftaran Nama Domain.

Perkembangan keterkaitan antara Nama Domain tidak hanya tergambar melalui banyaknya pendaftaran Nama Domain yang sesuai dengan Merek terkenal. Tapi juga melalui standar alur peluncuran Nama Domain yang terdiri atas masa SunriseGrandfatherLandrush, dan Public Availability serta adanya konsep penyelesaian perselisihan Nama Domain terkait Merek yang ada di seluruh dunia.

1) Bagaimana peran dan urgensi Pendaftaran Nama Domain terhadap Perlindungan Merek di Indonesia?

2) Apa saja ketentuan hukum yang membatasi pendaftaran Nama Domain sebagai instrumen perlindungan Merek?

3) Bagaimana ketentuan hukum yang membangun perbedaan rezim hukum di bidang Merek dan Nama Domain?

3. Penyelesaian Perselisihan Nama Domain (PPND) sebagai Online Dispute Resolution

Penyelesaian Perselisihan Nama Domain (PPND) adalah satu-satunya lembaga dan mekanisme Online Dispute Resolution terhadap sengketa hak atas Nama Domain yang ada di Indonesia. Sekretariat PPND dibentuk oleh PANDI untuk menjalankan wewenang PANDI sebagai Registri Nama Domain Indonesia yang dimuat dalam Pasal 75 Ayat (3) PP PSTE. PPND dijalankan dengan Kebijakan PPND yang diterbitkan oleh PANDI.

Sejak pertama berdiri pada tahun 2014, PPND telah menyelesaikan 14 kasus perselisihan Nama Domain yang sebagian besarnya terkait Merek. Padahal, jenis perselisihan Nama Domain ada yang terkait dengan Nama dan terkait dengan pengelolaan Nama Domain Registran.

Sebelumnya, terdapat jenis perselisihan Nama Domain terkait kepatutan masyarakat. Namun, jenis perselisihan tersebut dikeluarkan dari jenis-jenis perselisihan Nama Domain sebab ia memiliki irisan yang besar dengan tindakan melawan hukum yang dirumuskan oleh Bab VII UU ITE. Sebagai gantinya, PANDI merumuskan jenis perselisihan Nama Domain yang baru yang disebut sebagai perselisihan menyangkut pengelolaan Nama Domain Registran. Jenis perselisihan tersebut dirumuskan dari banyaknya kasus penahanan Nama Domain dari seseorang pada orang lainnya karena suatu motif tertentu, seperti pemerasan dan perampasan. Penyelesaiannya dirancang untuk menentukan siapa yang memegang hak sebagai Registran yang sah. Halaman dari 6

Sebagai Online Dispute Resolution, PPND mengembangkan muatan Pasal 4 Ayat (3) UU Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Secara singkat PPND dilaksanakan dengan prosedur yang sepenuhnya online yang berisi alur mediasi serta pemeriksaan dan Putusan oleh Panelis.

1) Bagaimanakah proses yang ditetapkan dalam Kebijakan PPND dapat memberikan penyelesaian bagi pihak-pihak dalam perselisihan Nama Domain?

2) Apakah PPND sudah ideal sebagai suatu mekanisme online dispute resolution yang sesuai amanat perundang-undangan?

4. Pengguna Asing pada Nama Domain Indonesia

Industri Nama Domain adalah suatu industri yang sangat elastis dan berskala global. Sebab, Nama Domain digunakan dimanapun oleh siapapun yang dibeli dari pihak penyedia manapun tanpa memandang sistem hukum yang mengikatnya.

Secara khusus, Nama Domain terbagi menjadi dua jenis besar yakni (1) generic Top Level Domain (gTLD) yang tersusun atas tiga karakter seperti .asia, .net, .org dan (2) country-code Top Level Domain (ccTLD) yang tersusun atas dua karakter seperti .id, .my, .kr, .uk. Pada gTLD yang secara operasional sebagian besarnya dijalankan oleh perusahaan multinasional, pengguna menerima hak penggunaan Nama Domain berbasis perjanjian keperdataan internasional dan menyelesaikan perselisihannya menurut Uniform Domain-Name Dispute-Resolution Policy (UDRP) yang diadopsi ICANN dari rancangan WIPO.

Sementara itu sebagai Nama Domain berkode Negara Indonesia, .id dijalankan secara operasional oleh Badan Hukum Indonesia melalui suatu pelimpahan kewenangan dan pengawasan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

1) Bagaimana kerangka hukum untuk pengguna asing atas Nama Domain .id?

2) Bagaimana konsep jurisdiksi dalam penggunaan Nama Domain .id menurut UU ITE?

B. Ketentuan Umum Kompetisi

Peserta

  1. Peserta adalah WNI yang tergabung dalam satu Tim berisi 3 Peserta.
  2. Setiap Tim mengirimkan 3 Naskah Esai yang ditulis oleh masing-masing anggota Tim dan melampirkan Formulir Pendaftaran Peserta yang dapat di download di https://s.id/formkompetisihukum.
  3. Masing-masing peserta berkesempatan menjadi juara baik sebagai Tim maupun sebagai Individu.
  4. Finalis Tim à Hadiah Juara 1 dan Juara 2 diberikan kepada Tim yang maju ke babak Final Kompetisi Debat.
  5. Finalis Individu à Hadiah Penghargaan 8 Naskah Terpilih diberikan kepada 8 Peserta sebagai Individu yang nilai penjuriannya tertinggi (di luar peserta yang tergabung sebagai Finalis Tim).
  6. Kompetisi akan memberikan penghargaan pada dua jenis Finalis:
    1. 2 Finalis Tim Peserta berdasarkan Akumulasi dari nilai Esai Terbaik dan Penampilan Debat Hukum terbaik.
    2. 8 Finalis Individu Peserta berdasarkan nilai Esai Terbaik.

Persyaratan

  1. Penyelenggaraan agenda ini gratis, tidak dipungut biaya apapun.
  2. Peserta menjamin bahwa Naskah Esai yang dikirimkan tidak sedang dilombakan pada kompetisi lain dan belum pernah dipublikasikan di media massa.
  3. Peserta menjamin bahwa Naskah Esai yang dikirimkan adalah karya asli dan bukan hasil plagiasi.
  4. Peserta harus memublikasikan Naskahnya pada media sosial pribadi miliknya dan menautkannya dengan akun media sosial PANDI.

 Fanpage FB : PANDI

 Instagram : pandi_id

 Twitter : @Pandi_ID

Deadline

  1. Naskah Esai dan Formulir Pendaftaran dikumpulkan sebelum tanggal 17 Maret 2019 pukul 23.59 melalui surat elektronik (surel) ke kompetisi@pandi.id. Pengiriman Naskah dilakukan per tim.
  2. Pengumuman Finalis Tim dan Finalis Individu akan dipublikasikan di situs www.pandi.id pada tanggal 26 Maret 2019.
  3. PANDI memiliki hak untuk memublikasikan setiap Naskah yang diikutsertakan dalam kompetisi ini untuk keperluan pengayaan dan diseminasi.

C. Ketentuan Penulisan Esai

  1. Esai ditulis dalam bahasa Indonesia sepanjang 3-7 halaman dan harus disertai penomoran halaman.
  2. Esai harus berisi materi yang berhubungan dengan dan/atau merupakan pengayaan dari salah satu Tema yang telah ditentukan.
  3. Esai ditulis dalam bentuk file .doc atau .docx, ukuran halaman A4, jenis huruf Times New Roman, font 12, dan spasi 1,5. Margin halaman Top: 1.5’’, Bottom: 1’’, Right: 1.5’’, Left: 1’’.
  4. Menggunakan istilah yang baku serta bahasa yang baik dan benar.
  5. Naskah dilengkapi Judul Esai, Nama Penulis, Alamat Penulis, Alamat Email Penulis, Abstrak, dan Kata Kunci.
  6. Judul Esai harus spesifik dan lugas yang dirumuskan dengan maksimal 12 kata (bahasa Indonesia).
  7. Abstrak ditulis secara gamblang, utuh dan lengkap menggambarkan esensi isi keseluruhan tulisan dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang masing-masing satu paragraf.
  8. Kata kunci yang dipilih harus mencerminkan konsep yang dikandung di dalam pembahasan terkait sejumlah 3-5 istilah dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
  9. Sistematika penulisan sebagai berikut;

I. Pendahuluan:

a. Latar Belakang

b. Perumusan Masalah

II. Pembahasan

III. Kesimpulan

  1. Cara pengacuan dan pengutipan menggunakan model catatan kaki (footnotes).
  2. Di halaman terakhir Esai dilengkapi dengan Daftar Pustaka.
  3. Sumber rujukan penulisan dapat diambil dari buku, jurnal, esai dan artikel ilmiah/populer, media massa, situs-situs internet yang kredibel, dst yang sesuai dan dapat dipertanggungjawabkan.

D. Ketentuan Pelaksanaan Kompetisi Debat

  1. Kompetisi Debat diselenggarakan dalam 3 (tiga) sesi antara 2 (dua) Finalis Tim pada tanggal 2 April 2018 (PANDI MEETING X).
  2. Masing-masing Tim berisi 3 (tiga) Anggota yang masing-masing bertindak sebagai Pembicara 1, Pembicara 2, dan Pembicara 3.
  3. Pelaksanaan setiap sesi terdiri atas bagian sebagai berikut:

1) Pengambilan Posisi Pro – Kontra melalui kertas undian.

2) Briefing Tim selama 10 menit.

– Bagian Argumentasi Pembuka (6 menit)

3) Penyampaian argumentasi pembuka oleh Pembicara Pertama Tim Pro selama 3 menit.

4) Penyampaian argumentasi pembuka bandingan oleh Pembicara Pertama Tim Kontra selama 3 menit.

– Bagian Argumentasi Pengayaan (10 menit)

5) Penyampaian argumentasi pengayaan oleh Pembicara Kedua Tim Pro selama 5 menit.

6) Penyampaian argumentasi pengayaan oleh Pembicara Kedua Tim Kontra selama 5 menit.

7) Tim lawan dapat memberikan interupsi untuk bicara kurang dari 1 menit, apabila dipersilahkan oleh tim penampil.

– Bagian Argumentasi Kesimpulan (10 menit)

8) Penyampaian argumentasi kesimpulan oleh Pembicara Ketiga Tim Pro selama 5 menit.

9) Penyampaian argumentasi kesimpulan oleh Pembicara Ketiga Tim Kontra selama 5 menit.

10) Tim lawan dapat memberikan interupsi untuk bicara kurang dari 1 menit, apabila dipersilahkan oleh tim penampil.

– Bagian Argumentasi Lanjutan (10 menit)

11) Pengajuan Pertanyaan dan Tanggapan antar tim selama 10 menit.

E. Hadiah

Penghargaan akan diberikan kepada Finalis Tim dan Finalis Individu, sebagai berikut:

  1. Juara I : Sertifikat Penghargaan + Uang Tunai sebesar Rp. 13.500.000 + akomodasi menghadiri PANDI Meeting X
  2. Juara II : Sertifikat Penghargaan + Uang Tunai sebesar Rp. 9.000.000 + akomodasi menghadiri PANDI Meeting X
  3. 8 Juara Naskah Pilihan : Sertifikat Penghargaan + Uang Tunai sebesar Rp. 1.500.000

*Pajak Pemenang ditanggung PANDI

F. Narahubung

Pertanyaan dan masukan terkait penyelenggaraan kompetisi ini dapat dilayangkan melalui surel ke alamat kompetisi@pandi.id dan WA ke nomor 085649564191 (Mira).