Merdeka.com – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menggandeng komunitas pegiat aksara Jawa di Yogyakarta dan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DI Yogyakarta menggelar kompetisi pembuatan situs/web berdomain hanacaraka.

Seluruh konten atau sebagian besar konten harus ditulis menggunakan aksara hanacaraka (Jawa), meski ekstensi dari domain tersebut masih menggunakan aksara latin, yaitu (dot) id.

Pengumuman para pemenang kompetisi ini akan dilakukan saat Kongres Aksara Jawa I di Yogyakarta dalam waktu dekat.

Muhamad Shidiq Purnama, Chief Registry Officer (CRO) PANDI, mengatakan kompetisi tersebut bertujuan untuk meningkatkan literasi digital di Indonesia dan melestarikan budaya bahasa daerah.

“Aksara Jawa masuk ke standar Unicode, maka diperlukan untuk melestarikan dan mengembangkan konten dalam dunia digitalnya,” ujar Shidiq dalam keterangan persnya, Selasa (5/5).

Menurut Shidiq, kompetisi tersebut merupakan agenda PANDI di bidang pelestarian budaya untuk berkontribusi lebih dalam pelestarian budaya Indonesia. Salah satu caranya, dengan mendaftarkan aksara Jawa (hanacaraka), bisa digunakan sebagai alamat (domain name) di internet.

“Jika cara ini berhasil, PANDI akan menyusul dengan aksara daerah lain yang memiliki standar di Unicode, seperti aksara Sunda, Bali, Batak, Bugis, Makassar, dan Rejang,” ujarnya.

Perlu diketahui, PANDI sebagai registri top level domain .id berencana mendaftarkan nama domain dengan menggunakan aksara Jawa (hanacaraka) ke Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) selaku pengelola domain di seluruh dunia. Pendaftaran ini bermaksud supaya aksara Jawa (hanacaraka) bisa digunakan sebagai alamat internet di dunia maya.

Berhadiah Smartphone dan Nama-Hosting Domain

Hingga kini ada 100 peserta yang mendaftar dari 150 kuota PANDI. Proses pendaftaran tidak dipungut biaya sepeser pun.

Hadiahnya antara lain nama domain dan hosting dari PANDI untuk 150 peserta pertama. Selain itu, ada smartphone bagi tiga orang pemenang.

Setya Amrih Prasaja, Ketua Tim Kongres Aksara Jawa I Yogyakarta, menjelaskan saat ini situs internet lebih mudah diakses oleh masyarakat ketimbang buku. Dengan semangat kompetisi yang dijalankan, diharapkan banyak konten yang bermunculan dan bervariasi di internet dengan aksara Jawa. Sehingga kelak bisa menjadi bagian dari sosialisasi literasi aksara Jawa sebagai bagian dari peradaban budaya masyarakat Jawa.

“Momentum ini kita jadikan bukti bahwa aksara Jawa bukanlah hal kuno dan mistik, melainkan aksara yang juga dapat digunakan untuk menulis pengetahuan umum, berkomunikasi di zaman modern, dan bisa eksis menyesuaikan zaman melalui teknologi,” ungkap Amrih.

Arif Budiarto, Koordinator seksi tim kreatif Kongres Aksara Jawa I Yogyakarta sekaligus ketua pelaksana kompetisi, menambahkan untuk mekanisme pendaftaran, peserta bisa langsung mengisi nama, email, dan domain aksara yang diinginkan dari form yang sudah dibuat.

“Bagi yang ingin mendaftar silahkan mengisi form melalui link s.id/lombahanacaraka,” jelasnya.

Source: https://m.merdeka.com/teknologi/unik-pandi-bikin-kompetisi-pembuatan-website-berkonten-aksara-jawa.html

Penulis: Syakur Usman