Sebagai Registri Nama Domain Tingkat Tinggi .id, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menyelenggarakan platform Indonesia Domain Abuse Data Exchange (IDADX) sebagai upaya terkonsolidasi dalam menangani penyalahgunaan Nama Domain. IDADX menjangkau berbagai kategori identifikasi penyalahgunaan, antara lain yang terkait Phishing, Malware, Spam, Judol, Pornografi, Obat Terlarang, Terorisme. Dalam identifikasi Nama Domain yang disalahgunakan, PANDI bekerjasama dengan berbagai organisasi.
Salah satu kerja sama PANDI dengan CleanDNS, sejak 5 Maret 2024 sampai 30 Oktober 2025, telah menyumbangkan 83% data identifikasi Phishing bagi IDADX. CleanDNS adalah organisasi global berisi para ahli yang memegang filosofi: keamanan semestinya memberdayakan, bukan membatasi. Dengan mengubah data yang kompleks untuk membantu organisasi TI mendeteksi, mencegah, dan merespon penyalahgunaan Nama Domain dengan presisi.
Indonesia Domain Abuse Data eXchange (IDADX) adalah sebuah inisiasi yang berfungsi sebagai wadah pertukaran data dan pelaporan penyalahgunaan nama domain yang ditujukan bagi para pemangku kepentingan seperti pemerintah, masyarakat, penegak hukum, industri, komunitas internet, serta Registrar yang terkareditasi oleh PANDI. Mulanya IDADX didirikan sejak Agustus 2021 dan memiliki keanggotaan yang terdiri dari para Registrar PANDI.
IDADX muncul dari hasil kajian internal PANDI yang menyoroti sejumlah Nama Domain .id yang terindikasi disalahgunakan. IDADX mengumpulkan data phishing dari beberapa sumber data, termasuk anggota IDADX, laporan masyarakat, dan organisasi internasional seperti CleanDNS.
Dengan meningkatnya kasus penyalahgunaan nama domain .id, seperti phising, malware, spam, judi online, dan lainnya, maka dibutuhkan platform yang mampu melakukan pengumpulan, analisis, dan pertukaran data untuk penanggulangan yang kolaboratif. Platform ini menyediakan layanan pelaporan publik melalui situs web idadx.id, masyarakat umum juga dapat melaporkan domain yang terindikasi disalahgunakan, sehingga turut memperkuat mekanisme deteksi dini.
Hingga saat ini, tim PANDI terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan sistem pada aplikasi IDADX sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat tata kelola dan keamanan ekosistem domain .id. Langkah ini dilakukan guna memastikan sistem IDADX semakin andal, efisien, dan mampu mendeteksi serta menindaklanjuti laporan penyalahgunaan domain secara otomatis.
IDADX melibatkan tiga komponen utama. Pertama, Analisis Heuristik dan Kecerdasan Buatan (AI) yang mengembangkan model pembelajaran mesin untuk membedakan situs sah dan berbahaya. Kedua, laporan dari masyarakat, yang memungkinkan publik turut serta melaporkan domain terindikasi penyalahgunaan. Ketiga, Breach Identification and Monitoring Assistant (BIMA), merupakan sistem otomatis atau bot dalam IDADX yang dengan cepat mengidentifikasi dan mengeskalasi laporan penyalahgunaan nama domain. Integrasi ketiga komponen ini memperkuat kemampuan IDADX dalam mendeteksi dan menangani penyalahgunaan domain secara lebih cepat, akurat, dan berkelanjutan.
Setelah memperoleh hasil riset, PANDI memperluas jejaring kerja sama IDADX dengan berbagai lembaga strategis di tingkat nasional. Inisiatif ini melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo RI) melalui Direktorat Pengendalian Ruang Digital, untuk mendukung sinkronisasi kebijakan terkait konten negatif dan tata kelola domain. (Nisa)
Dapatkan informasi terbaru dari kami
