BerandaBerita & WawasanSiaran Pers

Siaran Pers - 17 Oktober 2025

Dari Yogyakarta ke Dunia: PANDI dan ICANN Wujudkan Aksara Jawa di Ranah Digital

Dibuat oleh Admin - pandi.id

Featured Dari Yogyakarta ke Dunia: PANDI dan ICANN Wujudkan Aksara Jawa di Ranah Digital

Yogyakarta, 16 Oktober 2025 — Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mengundang Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) ke Yogyakarta untuk memberikan masukan teknis dan tinjauan langsung terhadap proses pengembangan Label Generation Rules (LGR) Aksara Jawa.

 

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Meeting Museum Sonobudoyo, diselenggarakan dengan dukungan dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY sebagai bagian dari tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PANDI dan Disbud DIY dalam pelestarian serta digitalisasi aksara daerah.

 

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A., disusul sambutan oleh Ketua PANDI, John Sihar Simanjuntak, dan Pitinan Kooarmornpatana, IDN Program Director ICANN, yang hadir untuk memberikan dukungan serta pandangan strategis terhadap upaya Indonesia dalam pengembangan IDN berbasis aksara.

 

Sinergi PANDI, Disbud DIY, dan Komunitas Aksara

 

Disbud DIY turut mengundang MGMP Bahasa Jawa dari DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, bersama pegiat aksara dari berbagai komunitas, untuk memberikan masukan dalam penyempurnaan varian karakter dan aturan penulisan Aksara Jawa agar tetap sesuai kaidah linguistik namun siap diimplementasikan di sistem digital.

 

Pada hari kedua, ICANN bersama para ahli yang diundang PANDI berkesempatan mengunjungi Museum Sonobudoyo dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, guna mendalami sejarah, filosofi, dan konteks budaya Aksara Jawa.

 

Dalam kunjungan tersebut, peserta mendapat penjelasan langsung dari Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Rinta Iswara, Penghageng II Kawedanan Widya Budaya Keraton Yogyakarta, seorang abdi dalem pelestari budaya Jawa yang menjelaskan makna filosofis dan tata tulis aksara dalam tradisi keraton.

 

 

Diskusi Teknis dan Presentasi Komunitas

 

Sesi teknis di Ruang Meeting Museum Sonobudoyo menghadirkan dialog terbuka antara tim PANDI, ICANN, dan para ahli aksara Nusantara.

ICANN memberikan umpan balik terhadap versi terbaru LGR Aksara Jawa, mencakup rekomendasi penyempurnaan tabel repertoire dan variant, aturan Warga Aksara (WLE), serta penambahan dokumentasi penggunaan digital aksara agar lebih kuat dari sisi linguistik dan bukti empiris.

 

Selain itu, komunitas dan tim Disbud DIY menampilkan berbagai bukti penggunaan Aksara Jawa secara masif, mulai dari media cetak, papan nama publik, label produk, hingga media daring. Materi seperti tabloid Carakita, buku ajar, hingga papan nama beraksara Jawa ditunjukkan sebagai bentuk nyata revitalisasi aksara dalam kehidupan sehari-hari.

 

Langkah Lanjutan

 

Dari hasil pertemuan, PANDI bersama para ahli akan melakukan penyempurnaan akhir dokumen LGR Aksara Jawa berdasarkan masukan ICANN sebelum dikirimkan untuk proses review formal oleh ICANN IDN Program.

 

Sementara itu, proposal LGR Aksara Pegon akan dilanjutkan ke tahap peninjauan oleh Arabic Script Generation Panel (GP), sesuai kategori aksaranya.

 

Menjembatani Budaya dan Teknologi

 

Kegiatan ini juga menyinggung perkembangan LGR untuk Aksara Batak, Pegon, dan Bugis, serta refleksi atas keberhasilan Aksara Bali yang telah disetujui ICANN pada November 2024 yang sekaligus menjadi tonggak pertama aksara Indonesia yang diakui di sistem domain global.

 

Kolaborasi antara PANDI, Disbud DIY, ICANN, dan komunitas ini menunjukkan bahwa pengembangan teknologi digital dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal, membawa aksara Nusantara menuju kancah internasional.

Bagikan

Anda mungkin tertarik pada konten berikut ini

Subscribe

Dapatkan informasi terbaru dari kami

© 2026 PANDI - PENGELOLA NAMA DOMAIN INTERNET INDONESIA. All rights reserved