Siaran Pers - 01 September 2026
Dibuat oleh Admin - pandi.id

Jakarta, 1 September 2026 – Dalam rangka memperingati 20 Tahun PANDI, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menyelenggarakan rangkaian kegiatan dan konferensi pers di SMESCO Hub Jakarta pada 31 Agustus–1 September 2026. Momentum dua dekade ini menjadi refleksi perjalanan PANDI dalam mengelola domain .ID sekaligus menegaskan komitmennya terhadap penguatan infrastruktur Internet, keamanan, inovasi, dan kedaulatan digital Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, PANDI memaparkan sejumlah capaian penting, mulai dari pertumbuhan domain .ID, penguatan Sistem Registri Mandiri, perluasan infrastruktur DNS, peningkatan keamanan, hingga persiapan Indonesia menyambut ICANN87 Annual General Meeting di Bali pada 17–22 Oktober 2026.
Per 31 Juli 2026, jumlah domain .ID yang berada dalam pengelolaan PANDI mencapai 1.523.504 domain. Dari keseluruhan Domain Under Management tersebut, tiga ekstensi dengan kontribusi terbesar adalah my.id, .id, dan web.id. Ketiganya menjadi pendorong utama pertumbuhan ekosistem domain Indonesia.
Pertumbuhan tersebut terlihat dari perjalanan panjang domain .ID sejak 2007. Setelah menembus 100 ribu domain, jumlah domain terus mengalami akselerasi hingga melampaui 500 ribu, satu juta, dan kini mencapai lebih dari 1,5 juta domain pada 2026.
“Pertumbuhan domain .ID hingga lebih dari 1,5 juta menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan terhadap identitas digital Indonesia. ICANN87 Bali menjadi momentum bagi PANDI dan Indonesia untuk membawa capaian tersebut ke panggung global, memperkuat kolaborasi internasional, sekaligus menunjukkan komitmen terhadap Internet yang aman, inklusif, dan multibahasa,” ujar Isnawan Aslam, Ketua PANDI.
Posisi domain .ID di pasar domestik juga semakin kuat. Dalam lima tahun terakhir, pangsa pasar .ID di Indonesia meningkat dari 36% menjadi 58%, menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap domain Indonesia sebagai identitas digital.
Penggunaan .ID juga tidak hanya terbatas di dalam negeri. Berdasarkan materi konferensi pers, sekitar 24% pengguna domain .ID berasal dari luar Indonesia, memperlihatkan bahwa .ID semakin dikenal sebagai identitas digital Indonesia di tingkat global.
Ekosistem registrar .ID juga mengalami transformasi. Pada 2012 terdapat 12 Registrar aktif, sementara saat ini PANDI telah didukung oleh 24 Registrar terakreditasi. PANDI berperan sebagai Registry, sedangkan Registrar menjadi garda terdepan dalam menyediakan layanan pendaftaran domain .ID kepada masyarakat.
Pertumbuhan jumlah registrar diharapkan semakin memperluas pilihan layanan bagi pengguna, meningkatkan standar layanan melalui mekanisme akreditasi, serta memperluas distribusi domain .ID ke berbagai kelompok masyarakat dan pelaku usaha.
Tahun 2020 menjadi salah satu tonggak penting PANDI melalui beroperasinya Sistem Registri Mandiri secara penuh. Sistem ini dikelola langsung oleh PANDI dan dibangun untuk mendukung kemandirian, keamanan, keandalan, serta kedaulatan digital nasional.
Infrastruktur DNS .ID kini diperkuat oleh total 378 DNS Server Anycast. Jaringan tersebut mencakup node di dalam negeri, luar negeri, node APNIC, serta 330 node F.DNS.ID melalui PCH yang tersebar di 136 negara dan 338 data center di seluruh dunia. Infrastruktur ini dirancang dengan prinsip availability, reliability, recovery, serta no single point of failure.
Kinerja layanan juga dijaga melalui pencapaian Service Level Agreement. DNS, WHOIS, dan RDAP mencatat realisasi SLA 100%, sementara Sistem Registri Mandiri mencapai 99,95%. PANDI juga mempertahankan sertifikasi SNI ISO/IEC 27001:2022 dan ISO 9001:2015.
Dalam aspek keamanan, sepanjang Januari–Juni 2026 pusat keamanan PANDI mencatat 77.517 serangan, tanpa insiden berisiko tinggi yang tidak tertangani. Pada periode yang sama, statistik IDADX mencatat 32.359 kasus domain abuse, dengan kategori terbesar berupa judi online sebanyak 24.550 kasus, disusul phishing 6.495 kasus, malware 961 kasus, dan kategori lainnya 342 kasus.
Upaya penguatan keamanan tersebut turut didukung pengembangan aplikasi BIMA v2.0 berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan kemampuan crawling dan deteksi penyalahgunaan domain .ID.
Selain layanan registry, PANDI terus mengembangkan sejumlah program riset dan inovasi, termasuk Registry Service Provider, IDCHAIN, Internationalized Domain Names, serta penguatan IDADX.
Pengembangan IDN PANDI terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menghadirkan Internet yang lebih inklusif terhadap bahasa dan aksara lokal. SLD Aksara Bali telah live dengan modul verifikasi aktif, sementara Label Generation Rules untuk Aksara Jawa dan Pegon telah disetujui oleh ICANN, memperkuat langkah menuju Internet multibahasa yang lebih inklusif.
Momentum dua dekade PANDI juga bertepatan dengan semakin besarnya peran Indonesia dalam tata kelola Internet global. Pada 17–22 Oktober 2026, Bali akan menjadi lokasi ICANN87 Annual General Meeting yang mempertemukan komunitas Internet global dalam forum multistakeholder. PANDI dan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia menjadi bagian dari penyelenggaraan lokal kegiatan tersebut.
ICANN87 Bali diproyeksikan menghadirkan sekitar 2.000–2.500 peserta dari lebih dari 180 negara, mulai dari registry, registrar, industri DNS, pemerintah, dunia usaha, hingga supporting organizations dan advisory groups ICANN.
Salah satu agenda utama adalah Jamuan Resmi Selebrasi Aksara Indonesia pada 19 Oktober 2026, yang mengusung semangat “The Multilingual Internet: Celebrating Scripts, Culture, and Identity.” Agenda tersebut akan memadukan pertemuan komunitas global dengan promosi budaya sekaligus peluncuran Internationalized Domain Names untuk Aksara Bali, Aksara Jawa, dan Aksara Pegon.
Rangkaian ICANN87 juga akan mencakup Governmental Advisory Committee Gala Dinner dan ccNSO Gala Dinner, yang mempertemukan komunitas pemerintahan serta pengelola country-code top-level domain dari berbagai negara.
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) didirikan pada 2006 dan mendapat redelegasi dari IANA untuk mengelola domain .id pada 2013. PANDI merupakan perkumpulan yang terdiri atas berbagai pemangku kepentingan, seperti akademisi, pemerintah, serta operator industri internet. Per 31 Juli 2026, jumlah domain .id yang terdaftar mencapai 1.523.504 nama domain.
Kontak Media:
Rangga Danusa
Marketing Communication & Public Relation Manager PANDI
rangga@pandi.id
0819 0109 2006
Dapatkan informasi terbaru dari kami
